![]() |
| Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Joe Biden, foto: turnbackhoaks.id |
Nasional - Indonesia memang memiliki sikap yang tegas terhadap Israel atas konflik yang terjadi di Palestina. Indonesia menentang segala bentuk invasi di dunia. Sebagaimana secara eksplisit termaktub dalam undang-undang dasar 1945, segala bentuk penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan. Sebab itulah, Indonesia mengambil sikap yang tegas terhadap Israel.
Indonesia selalu pro aktif dalam banyak kesempatan untuk menyuarakan supaya Israel menghentikan agresinya terhadap Palestina di wilayah Gaza. Sikap keras dan tegas negara Indonesia ini sepertinya disalahgunakan untuk menumbuhkan ide usil oleh seorang konten kreator untuk menampilkan sebuah suguhan yang tidak benar dan menyesatkan.
Belum lama ini viral di media sosial, sebuah konten video dengan narasi "Presiden Israel: Bila Terus Ikut Campur, Kami Berjanji Akan Buat Indonesia Seperti Palestina."
Sedangkan yang sebenarnya terjadi tidaklah seperti demikian. Sama sekali tak ditemukan sebuah pernyataan resmi dari Presiden Israel yang menyinggung atau secara nyata menyebut Indonesia akan dibuat seperti Palestina. Hal serupa sebenarnya juga sudah pernah terjadi pada tahun 2017.
Sebuah portal bernama turnbackhoaks.id menyatakan bahwa konten video dengan narasi disebutkan di atas adalah menyesatkan.
Berikut gambarannya: Sebuah konten video yang menampilkan kutipan teks yang memuat pernyataan Presiden Israel akan menjadikan Indonesia seperti Palestina beredar viral di Tiktok. Konten video itu memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sedang berjabatan tangan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Padahal, masa jabatan Benjamin telah berakhir pada tahun 2021 silam dan kini pimpinan Israel telah berganti dengan seorang Presiden yang bernama Isaac Herzog.
Pengupload konten video tersebut menambahkan narasi "Bila terus ikut campur, kami akan buat Indonesia seperti Palestina."
Faktanya, sebagaimana telah diungkap, konten video tersebut tidaklah benar. Cuplikan pertemuan tokoh Benjamin Netanyahu dengan Joe Biden tersebut terjadi pada tanggal 20 Maret 2023 yang membahas tentang masalah lainnya yang sama sekali tak menyebutkan kata Indonesia.
Pada kabar yang sebenarnya, Joe Biden mengungkapkan keprihatinannya terkait rencana perombakan sistem peradilan negara yang sudah mentriger protes luas oleh warga negara Israel dan menyatakan dukungannya untuk melakukan kompromi.
Kominfo.go.id juga menyatakan bahwa pernah juga terjadi hal yang mirip pada tahun 2017. Sebuah screenshot dari Tirastime beredar luas dengan titel yang banyak dimanipulasi.
Melansir pernyataan yang dipublikasikan oleh portal suara.com dalam cek faktanya, disimpulkan bahwa hingga saat itu tidak diketemukan informasi dari otoritas resmi ataupun berita dari saluran media arus utama yang menyatakan adanya ancaman dari pihak Rivlin terkait Indonesia akan dijadikan seperti halnya Palestina apabila terus ikut campur atas konflik yang terjadi di jalur Gaza Palestina tersebut.
Oleh karenanya dapat ditarik konklusi bahwa unggahan konten video di Tiktok tersebut, dengan total views sudah sebanyak 5,5 juta penonton pada saat itu adalah konten yang tidak benar dan menyesatkan.

Mau isi pulsa apa aja, dan kapan aja bisa. Bebas pilih nominal yang kamu mau, harga super miring nggak bikin kantong kering. Bisa dijual lagi!






.png)




Komentar
Posting Komentar
Beri tanggapan artikel ini