![]() |
| Anak menunggui ayahnya yang telah meninggal, foto: tribunnews.com |
Solo - Kisah sedih dalam suasana lebaran ini dialami oleh seorang anak yang masih berusia 12 tahun. Wajahnya menatap kepada seorang lelaki paruh baya yang terbaring diam di depannya. Bocah ini tak menyadari bila ayahnya telah meninggal.
Lelaki itu bernama Sulaiman Arifin. Ia merupakan sopir bus Sinar Jaya Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Awalnya ia sempat tak sadarkan diri di parkiran bus terminal Tirtonadi Solo, Jum'at (28/4/2023).
'Bapak, bapak,' panggil anak tersebut yang tak menyadari bahwa ayahnya telah meninggal.
Sulaiman merupakan warga Kelurahan Doplang, Adipala, Cilacap Jawa Tengah. Ia menjadi sopir PO Sinar Jaya yang saat itu sedang bertugas melayani rute Solo - Jakarta PP. Sebelum peristiwa ini, ia tampak dalam keadaan sehat.
Seketika kejadian ini pun akhirnya membikin suasana di dalam terminal Tirtonadi menjadi riuh.
Dilansir dari tribunjateng.com, seorang saksi mata bernama Simon mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat Sulaiman saat berada di dalam bus.
Menurutnya, Sulaiman mengalami tak sadarkan diri sesaat setelah turun dari bus.
'Waktu istirahat di dalam bus buka baju, terus AC dihidupkan, mungkin kena angin duduk,' pikir lelaki yang ternyata juga pengurus logistik Mutis Pemprov DKI itu.
Simon berasumsi, semestinya Sulaiman dalam keadaan yang bugar dikarenakan pihak perusahaan selalu melakukan cek kesehatan secara rutin.
'Sehat, kami di Sinar Jaya ada rutin cek, setiap mudik dan pulang kami cek kesehatan,' imbuhnya.
Setelah ditelusur lebih lanjut, ternyata Sulaiman sedang bekerja mengantar penumpang yang merupakan pemudik dengan ditemani oleh kedua anaknya.
Suasana begitu mengharukan sempat terekam ketika salah satu anaknya yang berumur 12 tahun itu merasa kebingungan, tanpa tahu harus berbuat apa.
Setahu dia, ayahnya hanya mengalami pingsan. Namun tatapannya bertambah kosong ketika tim medis yang datang menyatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Di luar kesadarannya, bocah itu terus menggenggam tangan ayahnya yang masih terbaring di dalam ruangan pos kesehatan terminal Tirtonadi Solo tersebut.
Ia sama sekali tak percaya bahwa orang tuanya itu telah berpulang ke hadirat-Nya.

Mau isi pulsa apa aja, dan kapan aja bisa. Bebas pilih nominal yang kamu mau, harga super miring nggak bikin kantong kering. Bisa dijual lagi!






.png)




Komentar
Posting Komentar
Beri tanggapan artikel ini