Warga Rongkop Menjadi Korban Laka Meninggal Akibat Seorang Remaja yang Kurang Perhitungan di Tleseh Bunder
![]() |
| Lokasi kejadian tikungan Tleseh Bunder, foto: Istimewa sorot.co |
Gunungkidul - Sebuah insiden lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di jalur utama Wonosari - Jogja. Peristiwa kecelakaan tersebut tepatnya terjadi di tikungan hutan Tleseh Bunder, Padukuhan Gading III, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Senin (15/05/2023).
Peristiwa maut ini terjadi seperti adu banteng, antara Honda Vario nopol AB 5032 RR dengan Honda Supra dengan nopol AB 6085 IH pada Senin pagi sekira pukul 06.45 WIB.
Saat itu, Ebillo (17) warga Padukuhan Gembyong, Kalurahan Ngoro-Oro, Kapanewon Patuk yang mengendarai Honda Vario sedang memacu kendaraannya dari arah barat (Jogja) ke arah Wonosari (timur) dengan laju yang cukup kencang.
Dugaan kuat sementara menyebutkan bahwa ia sedang berusaha mendahului kendaraan di depannya pada area jalan yang sedang menikung (lokasi kejadian) hingga melampaui marka jalan. Pada saat bersamaan muncul Sulistiya Budi (47) warga Padukuhan Kerjo, Kalurahan Botodayakan, Kapanewon Rongkop dengan Honda Supranya dari arah Wonosari.
Peristiwa naas itu pun tak terhindarkan. Kedua sepeda motor itu saling bertabrakan dengan kerasnya. Sebagaimana keterangan yang diungkapkan oleh AKP Sigit Teja Sukmana, Kapolsek Playen.
'Karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan maut tersebut tak bisa terhindarkan,' ucap AKP Sigit Teja SukmanaOleh sebab kejadian ini, Ebillo menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Kaki, tangan kanan, lutut kanan dan pergelangan kaki sebelah kiri terdapat luka-luka lecet.
Sedangkan Sulistyo Budi terindikasi luka berat di bagian kepala hingga naas ia menghembuskan napas terakhirnya saat keduanya diusung ke rumah sakit terdekat, Nurrohmah Playen.
Atas kejadian menyedihkan ini, pihak berwajib masih mendalami kasus mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga mengupayakan solusi damai bagi kedua belah pihak keluarga korban.
Sementara pada sehari sebelumnya, Minggu (14/05/2023), kecelakaan beruntun juga terjadi di jalur utama Jogja - Wonosari, di Padukuhan Patuk, Kelurahan Patuk, Kapanewon Patuk Gunungkidul. Tepatnya berlokasi di sisi timur perempatan Patuk (ke selatan arah menuju Heha Sky View).
Insiden ini melibatkan satu mobil Xenia AA 1387 OA yang dikemudikan oleh Rony Kustoyono asal Magelang dan dua sepeda motor, yakni Honda Beat nopol AA 4409 HY yang dikendarai oleh Angger Kinasih dan juga Honda Beat dengan nopol AB 5530 QH yang ditumpangi oleh Sugiyarto berboncengan dengan Watiyem. Keduanya berasal dari Sosromenduran, Gedongtengen Yogyakarta.
![]() |
| Posisi mobil Xenia setelah indsiden dengan motor lalu menabrak pohon di sisi kanan jalan, foto: Istimewa, sorot.co |
Keterangan yang berhasil dihimpun melalui sorot.co, dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Iptu Darmadi menyebutkan, saat Angger Kinasih melaju dari arah Jogja ke Wonosari, tepat di lokasi kejadian datang mobil Xenia dari arah timur menuju Jogja.
Mobil Xenia yang dikemudikan oleh Rony Kustoyono tersebut terlalu mengambil posisi ke kanan. Sebagai akibatnya, benturan antara keduanya pun tak terhindarkan. Laju mobil Xenia akhirnya terhenti dengan menabrak sebatang pohon di sisi kanan jalan.
Sedangkan Sugiyarto yang berboncengan dengan Watiyem yang melaju di belakang Angger Kinasih tak dapat menghindari kecelakaan di depannya karena selain laju kendaraan yang cepat juga jarak yang terlalu dekat. Proses bertubrukan pun terjadi, Angger Kinasih tertabrak dua kali.
Atas peristiwa mengenaskan ini, Angger Kinasih mengalami trauma berat di kepala disertai pendarahan hingga sayangnya, nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke Puskesmas terdekat di Kapanewon Patuk.
Sementara itu Sugiyarto mengalami patah kaki kiri sedangkan si pembonceng Watiyem dan sopir Xenia Rony Kustoyono tak mengalami cidera sedikit pun.
Meski himbauan tentang berlalu lintas secara aman, baik dan benar selalu disampaikan, tetap saja kecelakaan kerap terjadi belakangan ini. Terlebih sering melibatkan pengendara pada usia remaja.
Hendaknya pula para orang tua tak bosannya mengingatkan putra putrinya agar mematuhi semua aturan di jalan raya.

Mau isi pulsa apa aja, dan kapan aja bisa. Bebas pilih nominal yang kamu mau, harga super miring nggak bikin kantong kering. Bisa dijual lagi!







.png)




Komentar
Posting Komentar
Beri tanggapan artikel ini