ads
speedcash ads
Tanpa ribet, kamu bisa top up e-money apa aja.
Cobain sekarang yuuk.. >>

rekreasi murah ads
Tak pernah murahnya rekreasi semurah di rekreasi murah. Puas lagi!
Baca artikel di blognya .. >>

Buka konten scroll ke atas ⬆

Langsung ke konten utama

Reuni VI PAWARKEN Kenteng dan Nglampar Tampilkan Pagelaran Seni Tradisional, Semangat Pererat Solidaritas dengan Budaya dan Adat Tradisi

Melalui Reuni: Susah Senang di Masa Lalu Juga Merupakan Susah Senang Bersama di Masa Depan


Reog Mega Budoyo
Penampilan Reog Mego Budoyo Putro Kenteng, foto: EB Wahyuno

Gunungkidul - Reuni merupakan sebuah event pertemuan yang sering dirindukan banyak orang yang telah berdomisili tersebar di perantauan. Pasalnya, teman semasa kecil di kampung atau di sekolah beserta seluruh kenangan yang menyertainya akan tergali kembali, dikenang bersama dan dirayakan dengan suka cita saat acara reuni.

Saat-saat susah dan senang, kegembiraan dalam kesederhanaan, kejahilan, kenakalan dan berbagai memori kebersamaan lainnya kembali terungkap. Memunculkan kebahagiaan baru dan canda tawa yang kadang diselingi air mata kebahagiaan saat saling bertemu.

Tak hanya itu, demi meningkatkan rasa solidaritas dan kemajuan di antara sesama, dengan mengedepankan azas saling membantu dan bergotong royong maka akan muncul banyak ide gagasan yang tertampung dalam agenda-agenda dan program yang positif ke depannya.

Di Gunungkidul, tak hanya rasulan, fenomena reuni atas nama warga atau asal usul kelahiran di sebuah dusun atau Padukuhan atau di tingkat Kalurahan, beberapa dasawarsa terakhir menjadi semangat kebaikan dan kemajuan yang menjamur.

Kedua hal tersebut menjadikan keunikan tersendiri, membedakan Gunungkidul dengan daerah lainnya di Provinsi DIY, bahkan di nusantara. Apalagi ketika peristiwa itu berlangsung, rentetan acara tak pernah lepas dari adanya kegiatan adat tradisi dan pagelaran kesenian tradisional yang menjadi kearifan lokal warga setempat.

Kejadian seperti ini baru saja dialami oleh Padukuhan Nglampar, Sabtu-Minggu (24-25/06/2023) dan Padukuhan Kenteng, Jum'at-Sabtu (30/06/2023-1/07/2023). Keduanya merupakan Padukuhan di wilayah Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY.

Reuni Warga Padukuhan Nglampar

Di Padukuhan Nglampar, atas arahan Kepala Dukuh Dwi Hartono, panitia pelaksana yang diketuai oleh Andang Jarot Tri G yang juga merupakan seorang Danarta di Kalurahan Wiladeg, telah melaksanakan acara reuni antara warga setempat dengan warga perantauan dengan lancar dan berlangsung sangat meriah penuh kegembiraan.

Pada hari Sabtu (24/06/2023), acara dimulai dengan senam masal antara warga setempat dan warga perantauan yang telah berdatangan dari luar kota. Antara lain dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Magelang dan kota-kota lainnya.

Kemudian pada waktu malamnya dilanjutkan dengan sarasehan dengan misi dan visi kemajuan Padukuhan Nglampar, bertempat di Balai Padukuhan Nglampar, samping situs budaya "Kali Banteng".

Acara dilanjutkan pada hari Minggu (25/06/2023), sedari pagi sekira pukul 08.00 WIB dengan acara inti. Rangkaian acara dimulai dengan pagelaran Reog Mego Moyo, karawitan Ibu-ibu warga Padukuhan dan elektone.

Setelah itu menginjak pada acara sambutan-sambutan, diantaranya oleh Kepala Dukuh setempat, Ketua Panitia, Ketua Payuban KBST, wakil warga perantauan, Lurah dan Panewu Karangmojo, Kawit Raharjanto.

Tamu undangan dihadiri oleh Panewu dan jajaran pegawai Kapanewon Karangmojo, Forkompin Kapanewon lainnya yaitu Komandan Ramil dan Kapolsek Karangmojo, Lurah dan Perangkat Kalurahan Wiladeg, Ketua dan anggota Bamuskal, para Pengurus Lembaga Kalurahan, Tokoh masyarakat, warga setempat, warga perantauan dan masyarakat umum yang menyaksikan pagelaran kesenian.

Rangkaian acara lainnya adalah kegiatan sosial dan ditutup pada malam harinya dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang yang lagi naik daun, Yusuf Anshori Nglipar yang masih berusia belia.

Reuni Warga Padukuhan Kenteng

Begitu juga kegiatan reuni yang diagendakan di balai Padukuhan Kenteng. Acara yang menelan dana swadaya warga perantauan sebesar Rp. 92 juta lebih tersebut berjalan dengan sangat meriah.

"Kegiatan reuni di Padukuhan Kenteng dilaksanakan selama 5 tahun sekali. Sedianya acara ini dilaksanakan tahun 2020 kemarin. Tapi karena korona maka acara diundur hingga tahun 2023 ini," ungkap Ketua Panitia II, Setyo Sudarmono.

Acara reuni lima tahunan yang disponsori oleh Paguyuban Warga Kenteng (PAWARKEN) di perantauan yang diketuai oleh Suhandi (57) ini pun berlangsung selama 2 hari. Selain agenda kebudayaan berupa karawitan dan sarasehan di hari pertama, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba anak-anak.

Sedangkan acara inti dilangsungkan pada hari kedua, Sabtu (1/07/2023) dengan susunan acara dan tamu undangan yang hampir sama dengan kegiatan reuni di Padukuhan Nglampar. Penampilan Reog Mego Budoyo asli warga Kenteng juga turut memeriahkan suasana.

"Pada kesempatan ini kami juga akan menyampaikan hadiah kejutan alias doorprize utama berupa seekor kambing betina hamil," ucap Suhandi yang juga merupakan warga Jakarta sejak tahun 1985, pada saat akhir sambutannya.

Acara inti kemudian diakhiri dengan penampilan grup Reog kembali, kali ini giliran Mego Budoyo Yunior yang beranggotakan anak-anak dan remaja Padukuhan Kenteng. Dilanjutkan makan siang dengan menu tradisional, antara lain jangan (sayur) lombok, gudeg bonggol, rawis, rendang Jawa dan tak lupa thiwul, sambil dihibur sajian campur sari Arsaka Nada.


Reog Mego Budoyo Yunior
Anggota Reog Mego Budoyo Anak-anak/remaja istirahat setelah pentas, foto: EB Wahyuno


Sama halnya di Padukuhan Nglampar, puncak kegiatan ditutup dengan hadroh Sifa'ul Qolbi warga Kenteng dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, oleh dalang yang sama, Dalang muda Ki Yusuf Anshori yang masih duduk di bangku SMP, dari Kapanewon Nglipar.

Acara reuni seperti ini merupakan salah satu momen langka dan acara yang istimewa yang perlu untuk terus dilestarikan dan dikembangkan. Acara yang menghubungkan kembali orang-orang di masa lalu berikut seluruh kenangannya.

Namun, bukan hanya bertujuan untuk sekedar bertukar kabar dan merayakan pertemuan dengan kegembiraan akan tetapi juga sebagai sarana membangun dan memperkuat jejaring sosial, solidaritas dan musyawarah untuk turut andil memajukan tanah kelahiran, baik fisik maupun non fisik.

Rasa susah senang bersama antara warga setempat dengan warga perantauan tak hanya di masa lalu tapi juga di masa yang akan datang. 



Baca juga : PPDB di Indonesia Ngeri-ngeri Sedap, Unik, Menarik Hingga Memunculkan Banyak Suka Duka

homeback page

ads
speedcash ads
Mau isi pulsa apa aja, dan kapan aja bisa. Bebas pilih nominal yang kamu mau, harga super miring nggak bikin kantong kering. Bisa dijual lagi!

Komentar




ads
speedcash ads
Sekarang mau bayar tagihan bulanan PLN, PDAM, Telkom/Indihome tak perlu bingung. Ada SpeedCash yang bisa bantu kamu bayar dan beli apa aja yang kamu mau. Diskon langsung cuma khusus buat kamu.
Yuk cobain.. >>


Baca Reports Lainnya >> home






EB Reports Logo


Tentang Kami | Karir | Kebijakan Privasi
Hak Jawab | Site Map | Media Siber
Iklan?



©EB Reports 2023




to top